IPW menilai, baik serangan di Makassar maupun di Mabes Polri masih dalam tingkatan peringatan atau ujicoba bahwa akan ada serangan besar yang akan dilakukan bos teroris. "Untuk itu, Polri harus segera mencari dan menangkap bos teroris itu. Sebab bagaimanapun, baik serangan di Makassar maupun di Mabes Polri ada pihak yang mengendalikan dan tidak mungkin pelaku bekerja sendiri," tuturnya.
Dalam kasus serangan di Mabes Polri, ia meminta pihak kepolisian menjelaskan jenis senjata yang digunakan pelaku.
"Benarkah airsoft gun? Benarkah pelaku berhasil melepaskan enam tembakan? Bagaimana senjata itu bisa masuk ke Mabes Polri? Dengan siapa pelaku bertemu di dalam Mabes Polri sehingga bisa mendapatkan senjata dan melakukan serangan dari dalam," tuturnya.
Baca Juga : Deretan Aksi Teroris Serang Polisi, dari Bom Bunuh Diri Solo hingga Penyerangan Mabes
Melihat mulusnya strategi serangan di Mabes Polri ini, kata Neta, bukan mustahil kelompok teror ini sedang menyiapkan serangan baru yang lebih besar. Inilah yang perlu diantisipasi semua pihak agar rencana serangan itu bisa dipatahkan. IPW menilai serangan ini tak terlepas dari dendam kesumat kelompok teror terhadap kasus penembakan di Km 50 tol Cikampek yang hingga kini belum selesai penanganannya.
(Erha Aprili Ramadhoni)