JAKARTA – Seorang terduga teroris yang ditangkap Tim Densus 88 di Ciputat, Timur, Tangerang Selatan mengaku berniat menyerang Industri China yang ada di Indonesia. Ahmad Junaidi mengatakan alasannya berniat melakukan serangan teror karena menganggap Indonesia telah dikuasai oleh China.
Dalam pengakuannya, Junaidi mengatakan bahwa dirinya adalah seorang simpatisan FPI dan tergabung dalam jamaah pengajian Yasin Rawatib pimpinan Habib Husein al Hasni. Husein Hasni adalah terduga terorisme yang ditangkap Tim Densus 88 di Condet, Jakarta Timur.
BACA JUGA: Dramatis! Husein Terduga Teroris di Condet Sempat Melawan Anggota Densus 88
Menurut Junaidi, niat untuk melakukan serangan teror itu muncul selama mengikuti pengajian yang digelar setiap malam Jumat.
“Setelah kajian kami banyak membahas tentang keadaan negara yang sudah dikuasai China. Masalah tenaga kerja, kekayaan alam serta kekuatan-kekuatan industri sudah dikuasai China,” kata Junaidi.
“Akhirnya akhirnya teman saya Bambang dan Agus memberi semangat mengajak melakukan peledakan di industri China yang ada di Indonesia," tambahnya, merujuk pada dua terduga terorisme lain yang juga ditangkap, Bambang Setiono dan Zulaimi Agus.
Junaidi mengatakan bahwa dia telah mempersiapkan bahan peledak ACL, yang kemudian dikumpulkan dalam tiga stoples dalam bentuk serbuk kering. Dia bersama para anggota jamaah Yasin Rawatib kemudian pergi ke Sukabumi untuk mempersiapkan diri dengan ilmu kekebalan sebelum melakukan aksinya.
BACA JUGA: Densus 88 Temukan Poster Habib Rizieq saat Geledah Kontrakan Terduga Teroris Ciputat
Sementara itu Bambang Setiono mengaku merencanakan serangan terhadap SPBU dengan bom molotov untuk menuntut pembebasan Habib Rizieq Shihab serta terhadap usaha-usaha milik warga keturunan China.
"Merencanakan aksi melempar bom ke tokoh China dan pengusaha China, merencanakan aksi menyerang dengan ketapel dengan peluru gotri jika terjadi kerusuahan saat demo," ujarnya.