"Kebetulan pula di kavling ini kami membeli satu anggrek," jelasnya.
Salah satu petani anggrek, Pak Haji sapaan akrabnya bercerita dirinya menjadi petani anggrek sejak masa krisis (1998). Krisis memang sering kali datangkan kesempatan dan jalan baru.
"Tanaman ini tahan banting, Pak. Cuaca berubah seperti apapun, anggrek ini lebih mampu bertahan," rayu Pak Haji kepada Anies agar membeli anggreknya.
Anies bersama istri mampir ke kavling 17 dengan ciri khas payung Bali di pintunya, dirinya bertemu Bu Helena asal Solo. Anies dijamu di cafe kecil tersebut, secangkir kopi menghangatkan obrolan tersebut.
Anies mengatakan, Bu Helena baru enam tahun di taman anggrek Ragunan tersebut. Di tengah pandemi ide kreatif pun muncul untuk mendekorasi kavlingnya, agar pengunjung pun nyaman.