Kisah Ratusan Prajurit Diponegoro Tewas di Benteng Pleret

Doddy Handoko , Jurnalis
Minggu 11 April 2021 06:00 WIB
Pangeran Diponegoro.(Foto:Dok Okezone)
Share :

JAKARTA - Perang Jawa yang dipimpin Pangeran Diponegoro lebih merupakan perang gerilya yang sarat dengan sergapan, gerak-cepat, dan serbuan tak terduga untuk menge­jutkan (Louw dan De Klerck 1894–1909, V:633–4).

"Orang Jawa ter­bukti merupakan pejuang gerilya sangat baik yang mampu bertahan dengan perbekalan seadanya seperti kerak nasi, akar-akaran, dan buah -buahan yang dipetik dari kawasan hutan,"kata Sejarawan Peter Carey yang juga penulis buku P.Diponegoro, "Takdir dan "Kuasa Ramalan".

"Mereka tahu bagaimana mengganggu musuh dengan tidak memberi mereka peluang untuk pertempuran menang-kalah, dan terbukti mahir menggunakan senjata rampasan.," tambahnya.

Baca Juga: Siapa Nyi Roro Kidul atau Ratu Pantai Selatan yang Legendaris?

Tiga ekspedisi yang dikirim ke markas besar pertama Diponegoro di Selarong selama masa 21 Juli–9 Oktober 1825 tidak hanya gagal menangkap sang Pangeran dan para panglima utamanya, tapi juga ternyata tidak berhasil mengurangi tekanan terhadap Yogyakarta yang tetap terkepung hingga 20 September ketika kota itu dibebaskan oleh pasukan penolong Belanda bersenjata berat dari Surakarta.

Baca Juga: Kisah Kesaktian Maling Aguno, Robin Hood dari Blitar yang Meresahkan Orang-Orang Kaya

Waktu tentara yang terdiri dari orang Belanda dan Jawa menghancurkan gua pertapaan Diponegoro di Gua Secang pada 10 Oktober, Pangeran sedang merancang gerakannya menyeberangi Kali Progo menuju markasnya yang baru di Dekso (4 November 1825–4 Agustus 1826) dan memilah tentaranya jadi tiga kelompok tempur gerak-cepat, dua di antaranya dikirim ke arah utara dan tenggara ibu kota sultan, dan yang ketiga ke sebelah barat ke Kulon Progo dan Bagelen timur.

Selama musim hujan November 1825 hingga April 1826, pasukan-pasukan ini terus bergerak dengan sangat leluasa di seluruh pedesaan Mataram dan ketika musim hujan berakhir pada April 1826, 800 orang prajuritnya mulai bersantai di keraton lama, Plered.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya