2 Lempeng Aktif di Selatan Jatim, MBKG: Gempa Malang Bisa Terjadi Lagi, Perlunya Mitigasi Bencana

Avirista Midaada, Jurnalis
Senin 12 April 2021 06:30 WIB
Rumah roboh dihantam gempa Malang.(Foto:BNPB)
Share :

MALANG - Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) menyebut, gempa yang berpusat di Kabupaten Malang berpotensi kembali terjadi lagi. Sebab, di selatan Jawa Timur (Jatim) terdapat dua lempeng aktif yang kerap beraktivitas.

"Ada tiga penyebab gempa bumi di Jatim. Pertama, gempa yang bersumber pada subduksi lempeng Indo-australia dan Eurasia di wilayah Selatan Jawa," kata Kepala BMKG Stasiun Geofisika Malang, Ma’muri melalui diskusi virtual yang diselenggarakan Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) pada Minggu sore (11/4/2021).

Baca Juga: Jelang Ramadhan, Khofifah Minta Masjid Rusak Akibat Gempa Segera Diperbaiki

Ma'muri menambahkan, terdapat sumber-sumber sesar aktif yang bisa menimbulkan gempa bumi. Sementara penyebab ketiga gempa yang terjadi Jatim, berasal dari luar subduksi lempeng. Dalam hal ini gempa bumi yang disebabkan letusan gunung berapi.

"Jatim memiliki banyak gunung berapi yang beberapa di antaranya seperti Semeru, Ijen, Bromo dan sebagainya," katanya.

Baca Juga: 7 Langkah Aman yang Harus Dilakukan jika Terjadi Gempa Besar seperti di Malang

Selain subduksi lempeng, Jatim ternyata memiliki sesar darat yang cukup aktif. Sesar ini dapat menimbulkan gempa di daratan. Meski kekuatannya kecil dan berada di kedalaman dangkal, efek kerusakan gempa ini lebih besar dibandingkan gempa subduksi.

"BMKG belum menemukan sesar aktif di Malang meski wilayah ini acap mengalami gempa. Ada banyak sesar yang belum teridentifikasi, karena sesar itu cukup banyak sehingga perlu kajian khusus untuk penandaan atau pemberian namanya," jelasnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya