"Ibu saya sangat piawai memasak serepeh, sayur santan kental berwarna agak kemerahan dengan pelengkap daging ayam dan telor, yang mempunyai rasa khas dan cocok untuk bumbu makan nasi uduk aroma santan. Bumbunya serta rasa di lidah masih terbayang sampai sekarang," ungkapnya.
Ia kini sebagai pemerhati sejarah dan budaya, aktif di beberapa komunitas sejarah. Ia dan beberapa temannya mendirikan Yayasan Lasem Kota Cagar Budaya (LKCB). Ia juga perprofesi sebagai pemandu wisata di kota Lasem .
Sejak dulu hobinya, menjelajah mengunjugi situs peninggalan kuno. Ia punya ketertarikan khusus pada peninggalan batu (megalitik) dan peninggalan awal Islam .
Selain kegiatan penelitian, ia juga aktif di media sosial dan menulis beberapa buku, seperti "Masjid jami Lasem Tinjauan Makna Filosofi dan Arsitektur", Kisah Pejuang Perang Lasem, Santri. Priyayi dan Tionghoa," . "Menyibak Sejarah Kopi Lelet Khas Lasem, " Lasem Pintu gerbang Masuknya Islam di Pesisir Utara Jawa ,dll.
Ia mempunyai keinginan untuk menulis sejarah kedatangan tionghoa muslim di Lasem.
(Arief Setyadi )