Dirinya merasa aneh dengan sikap BPOM yang seolah-olah dizolimi tekait perizinan Vaksin Nusantara itu. Dan, diperparah dengan adanya dukungan dari tokoh-tokoh itu.
"Seolah-olah mendukung BPOM bahwa mereka didzolimi, kan ini gak bener ini. Kan ini aneh gitu loh, jadi lembaga negara mengumpulkan para tokoh hanya mendukung dia membela hal-hal yang sudah kita bongkar," ungkapnya.
Bahkan, dirinya telah berkonsultasi dengan para peneliti dari Universitas Diponegoro Semarang dan menemukan hal menakjubkan. Bahwa para peneliti tersebut merasa kaget dengan pernyataan Peni yang dianggap membohongi publik.
"Kemudian saya cek ke peneliti Diponegoro Semarang. Mereka itu nelongso mereka bilang gini kok bisa Kepala BPOM itu menipu publik ya, data yang kami berikan A dibilang B dan membuat publik jadi khawatir sama Vaksin Nusantara, ini masuk kategori pembohongan publik loh Kepala BPOM membohongi publik dengan membelokkan data dan fakta lapangan terkait hasil penelitian," katanya.
"Kan yang bikin kisruh menjadi rame ini bukan DPR tapi Kepala BPOM," pungkasnya.
(Sazili Mustofa)