Kendala teknis lainnya dikatakan Anies seperti keterbatasan waktu proses pengadaan barang jasa, harga lebih tinggi dari pagu anggaran, belum adanya putusan pengadilan, keterbatasan kegiatan akibat pandemi, revisi Perda, kendala pengadaan spare part yang inden.
"Selanjutnya untuk Pembiayaan Daerah dapat saya jelaskan bahwa Penerimaan Pembiayaan dapat direalisasikan sebesar Rp5,58 triliun atau 90,53 persen dari target sebesar Rp6,16 triliun. Sedangkan untuk Pengeluaran Pembiayaan yang dapat direalisasikan adalah sebesar Rp4,21 triliun atau 94,74 persen dari rencana sebesar Rp. 4,45 triliun," lanjut Anies Baswedan.
Baca Juga: Paripurna DPRD DKI, Anies Baswedan Sebut Indeks Pembangunan Manusia Jakarta Tertinggi
Pengeluaran Pembiayaan ini dijelaskan Anies Baswedan salah satunya dialokasikan untuk Pembentukan Dana Cadangan Daerah sebesar Rp95,68 miliar, Pembayaran Pokok Utang sebesar Rp33,62 miliar, serta Penyertaan Modal Pemerintah Daerah kepada PT Jakarta Toursindo, PT Mass Rapid Transportation (MRT), PT Jakarta Propertindo, PDAM Jaya, PD Pasar Jaya, PD Pembangunan Sarana Jaya dan PD PAL Jaya sebesar Rp4,08 triliun.
"Dengan realisasi pendapatan daerah, belanja daerah dan pembiayaan daerah tersebut, maka terdapat Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (Silpa) tahun 2020 sebesar Rp5,14 triliun," tandas Anies Baswedan.
(Arief Setyadi )