“Adanya aliran dangkal yang membentuk hanyutan bahan rombakan ini memungkinkan terjadinya pengendapan material yang kemudian mengumpul dan terkonsentrasi di satu lokasi hingga membentuk semacam “pulau” yang memanjang,” paparnya.
Selain itu, Daryono mengatakan bahwa peristiwa terjangan badai Seroja yang terjadi beberapa waktu lalu, tentu mampu membangkitkan gelombang laut yang memiliki daya angkut material sangat signifikan hingga memungkinkan material tersebut terendapkan di suatu lokasi hingga membentuk “pulau”.
“Namun demikian pulau ini tidak akan bersifat permanen karena suatu saat dinamika laut akan menyebabkan terjadi abrasi hingga menjadikannya dasar laut lagi. Fenomena timbul dan tenggelam permukaan pulau pasir ini merupakan hal biasa,” katanya.
Baca Juga: KSAD Kerahkan Bantuan untuk Bangun Jembatan Pasca-Bencana di NTB dan NTT
Oleh karena itu, Daryono menegaskan bahwa hal ini bukan kemunculan pulau baru, hanya fenomena timbul dan tenggelam permukaan pulau pasir. “Kemunculan pulau baru? Bukan! Fenomena timbul dan tenggelam permukaan pulau pasir ini hal biasa,” tegasnya.
(Arief Setyadi )