Abah Sarji ingin menebus dosa baik yang disengaja maupun yang tak sengaja selama hidupnya. Kakek bertubuh gempal itu juga tidak pernah bosan untuk memberikan pesan kepada siapapun yang masih hidup untuk banyak beribadah.
Menurut dia, saat ini usia alam sudah tua. Apalagi banyak kerusakan alam oleh ulah tangan-tangan manusia yang tak bertanggung jawab.
"Siapa yang datang ke saung, Abah suka berpesan untuk meningkatkan ibadah. Kemudian yang sering datang itu Pak Kesra, kadang suka kasih Abah rokok," kata dia.
Selama hidup di dekat makam, Abah Sarji mengaku tidak pernah mengeluh masuk angin atau mengalami kesakitan pada raganya walaupun kerap bertelanjang dada.
Namun, Abah Sarji mengakui bahwa fisiknya sudah tak lagi sekuat dulu. Ia bahkan harus mengesot atau menggunakan tongkat saat berjalan untuk mengambil air.
"Usia 102 tahun semua masih normal, tapi kaki saja merasa tak kuat jalan dan kalau mau ke air suka ngesot serta jalan juga pakai tongkat," ujarnya.