JAKARTA - Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus menyebutkan oknum mafia atau calo prosedur karantina Covid-19 di Bandara International Soekarno Hatta jumlahnya cukup banyak.
"Kemarin Polres Bandara Soekarno Hatta ada 7 LP terkait WNA India dengan modus yang sama ditangani Polda Metro Jaya ada 7 WNA India, dan 2 WNA tinggal di Jakarta, penumpang dan saudara. Ada 4 WNI Indonesia yang sama perannya seperti S dan RW. Jadi sebenarnya calo ini banyak sekali," ujar Yusri Yunus kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Kamis (29/4/2021).
Baca juga: Calo Karantina di Bandara Soetta Protokoler Pemegang Pas Bandara
Yusri Yunus mengungkapkan, modus meloloskan prosedur karantina Covid-19 bagi WNA dan WNI yang tiba di Bandara Soekarno Hatta terjadi saat mereka akan dibawa ke bus Damri untuk menuju hotel lokasi karantina Covid-19.
"Jadi sejak awal tiba (di terminal kedatangan Bandara Soekarno Hatta) mereka langsung didatangi para calo mafia ini yang menawarkan jasa bisa melewati tahapan karantina. Mereka (calo/mafia) menemani target WNA atau WNI yang tiba saat pemeriksaan kesehatan sampai nanti ada bus Damri yang akan mengantarkan ke hotel tujuan," jelas Yusri Yunus.
Baca juga: Ini Peran 4 Tersangka Calo Karantina Covid-19 Bandara Soetta
Para mafia atau calo ini dikatakan Yusri Yunus memasukkan data nama WNA dan WNI ke daftar hotel yang sudah ditetapkan sebagai lokasi isolasi Covid-19. Namun nantinya WNA atau WNI yang sudah menggunakan jasa tidak perlu benar-benar menjalani isolasi di Hotel tersebut.