Khatib Aam PBNU Luruskan Kesalahan Penuding Pancasila Thogut

Rakhmatulloh, Jurnalis
Senin 03 Mei 2021 18:15 WIB
Khatib Aam PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Foto: PBNU)
Share :

JAKARTA - Ulama Nahdatul Ulama (NU) yang juga Khatib Aam PBNU, KH Yahya Cholil Staquf menyatakan Pancasila sama sekali bukanlah ideologi yang thogut seperti yang ditudingkan atau dikembangkan gerakan Islam transnasional. Sebaliknya, Pancasila justru menggarisbawahi sendi-sendi Islam dalam konteks peradaban manusia.

Hal itu disampaikan Kiai Yahya Cholil Staquf, ketika menyampaikan 'Inspirasi Sahur: Islam dan Kebangsaan' yang diselenggarakan Badan Kebudayaan Nasional Pusat (BKNP) PDI Perjuangan (PDIP). Pernyataannya bisa dilihat dan ditonton ulang di akun resmi youtube @bknp pdi perjuangan, Senin (3/5/2021).

Baca Juga:  Menag Yaqut dan Yahya Staquf Temui Megawati, Ada Apa?

Pengasuh Ponpes Raudlatut Thalibien Rembang itu mengatakan, bukan Islam yang menguatkan Pancasila, namun justru Pancasila yang telah menguatkan Islam. Sebab, Pancasila merupakan terjemahan nilai-nilai utama Islam yang menemukan konteks.

Dia melihat banyak orang yang mengecilkan Pancasila dan melabelinya thogut. Baginya, orang demikian adalah yang kurang belajar soal isi Islam dan makna Pancasila. Orang seperti ini biasanya juga tak memperhatikan teks dan konteks.

"Orang-orang yang bilang Pancasila thogut itu, ini dia hanya mencari-cari alasan agar bisa memaksa orang lain kembali lagi ke format peradaban sebelum perang dunia pertama. Maka, ini akan menjadi malapetaka yang luar biasa bagi peradaban umat manusia," kata KH Yahya Staquf.

"Kenapa? Karena seluruh negara bangsa ini disuruh bubar semua untuk bergabung ke dalam satu kekhilafahan seperti dulu. Anda bisa bayangkan kita harus berperang lagi berapa puluh tahun," tambah kemenakan KH Mustofa Bisri atau Gus Mus ini.

Baca Juga:  PBNU Ajak Masyarakat Doakan yang Terbaik untuk Seluruh Awak KRI Nanggala 402

Padahal, menurut Kiai Yahya Staquf, bisa dikatakan bahwa Pancasila merupakan terjemahan Islam untuk diterapkan peradaban dunia dalam konteks pasca perang dunia kedua. Dan isinya tidak ada yang bisa dipertentangkan.

"Bahkan, menurut saya, Pancasila dengan persis sekali menggarisbawahi sendi-sendi Islam dalam konteks peradaban manusia seluruhnya. Misalnya pembukaan UUD 1945, kemerdekaan hak segala bangsa. Ini adalah basis dari peradaban. Jadi Indonesia lahir sebagai penanda momentum sejarah memberi arah kemana bangsa ini berjuang," bebernya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya