Ilmuwan: Manusia Purba "Masih Berayun" di Pepohonan 3,67 Juta Tahun Lalu Meski Bisa "Berjalan Tegak"

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis
Rabu 05 Mei 2021 06:02 WIB
Manusia purba (Foto: SPL)
Share :

Hipotesis ini memungkinkan para peneliti untuk memperkirakan "era kapan tepatnya nenek moyang bersama manusia dan simpanse yang terakhir hidup".

Sains sudah mencatat kemajuan besar dalam upaya memahami evolusi manusia, namun ada bagian-bagian dari percabangan evolusi yang masih belum bisa diungkap.

Ketika kajian jauh begerak ke masa lalu, semakin sulit melakukan analisis karena minimnya bukti berupa fosil.

Salah satu bagian yang secara umum "masih gelap" adalah, pada titik mana dalam sejarah, manusia berjalan dengan menggunakan dua kaki sedangkan simpanse menggunakan empat anggota badan untuk bergerak.

Analisis terhadap tubuh bagian atas Little Foot dianggap membantu menjawab pertanyaan ini karena para ahli sekarang menyimpulkan bahwa "nenek moyang awal manusia memfungsikan lengan mereka mirip dengan apa yang dilakukan kera".

Fosil Little Foot dianggap unik karena ditemukan nyaris utuh.

Ilmuwan memperkirakan spesies berjenis kelamin perempuan dari kawasan Afrika Selatan setinggi 121 sentimeter ini jatuh ke lubang dan kemudian terawetkan dan menjadi fosil oleh proses iklim.

Di lubang ini ia tak tersentuh selama sekitar 3,67 juta tahun sampai ditemukan pada 1994.

Kerangka yang utuh ini memungkinkan para ilmuwan bisa lebih dalam mempelajari evolusi manusia.

Para ilmuwan fokus pada badan bagian atas karena susunan tulang Little Foot bagian atas ini adalah yang paling utuh, dibandingkan fosil-fosil lain.

(Susi Susanti)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya