Almarhum semasa hidup mengikuti Jamaah Tabligh sejak 1988. Pada Juni 2020, Almarhum mempermasalahkan isi dari artikel Pembantaian di Indonesia 1965–1966 dan Partai Komunis Indonesia.
Dalam sebuah cuitannya, almarhum pernah mencurahkan perasaannya tentang sosok seorang ibu di lini masa akun Twitternya.
"Saat Ramadhan seperti ini saya rindu Umi. Rindu disuapi makan oleh Umi saat sahur dan buka puasa seperti dulu. Semoga Allah muliakan Umi di sana.
Wahai Kaum Muslimin muliakan ibu mu saat mereka masih hidup.di sisi mu...Beliau itu tiket mu masuk sorga..." cuit Tengku seperti dikutip dari lini masa akun Twitternya, @ustadtengkuzul, Senin (19/4/2021).
(Sazili Mustofa)