Peristiwa 16 Mei: Wafatnya Sultan Terakhir Utsmaniyah

Tim Okezone, Jurnalis
Minggu 16 Mei 2021 04:01 WIB
Foto: Istimewa
Share :

JAKARTA - Sejumlah peristiwa penting dan bersejarah terjadi pada 16 Mei, seperti pasukan Peta dieksekusi mati hingga berakhirnya Kesultanan Utsmaniyah.

Berikut sejumlah peristiwa bersejarah pada 16 Mei yang dihimpun Okezone dari berbagai sumber:

1926 - Akhir Kesultanan Utsmaniyah

Sultan Ottoman ke-36 Mehmed VI atau Mehmed Vahdettin lahir di Istana Dolmabahçe, di Konstantinopel. Ia merupakan sultan ke-36 Kesultanan Utsmaniyah. Ia mulai menjabat sejak 4 Juli 1918 hingga 1 November 1922 menggantikan saudaranya Mehmed V.

Pascaperang dunia pertama sebuah pemerintahan baru yakni Majelis Agung Nasional Turki dibentuk pada 23 April 1920, yang kala itu dikenal sebagai Angora.

Pemerintah baru tersebut mengecam pemerintahan Mehmed VI dan komando Suleyman Sefik Pasha yang bertanggung jawab atas tentara yang ditugaskan untuk memerangi perang saudara untuk kekaisaran (Kuva-i Inzibtiyye), sebagai hasilnya konstitusi sementara dirancang.

Kemudian Majelis Agung Nasional Turki menghapuskan kesultanan pada 1 November 1922 dan Mehmed VI diusir dari Konstantinopel. Ia meninggalkan Kapal Perang Inggris Malaya pada 17 November ke pengasingan di Malta. Mehmed kemudian tinggal di Riviera Italia.

Pada 19 November 1922, sepupu dan pewaris pertama Mehmed yakni Abdul Mejid Efendi terpilih sebagai Khalifah. Ia menjadi kepala baru Kekaisaran Osman sebagai Abdul Mejid II sebelum Khilafah dihapuskan oleh Majelis Agung Nasional Turki pada 1924.

Mehmed meninggal dunia pada 16 Mei 1926 di Sanremo, Italia. Jenazahnya dimakamkan di Masjid Tekkiye Sultan Suleiman yang agung di Damaskus.

1945 - Pasukan Peta Dihukum Mati

Pada 16 Mei 1945, terjadi peristiwa mengharukan yang menimpa salah satu serdadu sekaligus anggota pasukan Pembela Tanah Air (PETA), Muradi. Dia bersama pasukannya dihukum mati di Pantai Ancol oleh Kenpeitai (Pengadilan Militer) Tentara Kekaisaran Jepang.

Muradi dieksekusi hukuman mati lantaran dinilai melakukan pemberontakan terhadap pasukan pendudukan Jepang. Padahal, Jepang yang mendirikan milisi PETA untuk membantu tentara mereka menghadapi sekutu.

Dalam pemberontakan tersebut, Jepang berhasil mengagalkannya, sehingga ada delapan orang dihukum mati dan sisanya dipenjara antara tiga tahun hingga seumur hidup.

1975 - India Menganeksasi Sikkim

Pada 16 Mei 1975, India menganeksasi Sikkim setelah negara pegunungan tersebut mengadakan referendum. Ketika itu diperoleh suara terbanyak menginginkan Sikkim integrasi dengan India.

Sikkim merupakan sebuah negara bagian yang terkurung daratan di India hang terletak di pegunungan Himalaya. Wilayahnya berbatasan Nepal di sebelah barag daerah otonomi Tibet, RRC.

Dengan hanya sedikit lebih dari 500 ribu penduduk tetap, Sikkim adalah negara bagian paling jarang penduduknya di India dan negara bagian terkecil kedua setelah Goa dari total area. Walaupun daerah yang kecil dari 7096 km, Sikkim secara geografis beragam karena lokasinya di Himalaya.

(Fakhrizal Fakhri )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya