Arahan ini tentu menjadi perhatian paling besar bagi Menpora. Dia pun bekerja sama dengan KONI, KOI, cabor-cabor, termasuk sepak bola, dalam mengembangkan dan menjalankan Grand Design keolahragaan Nasional.
Sebelumnya, Zainudin melihat setiap atlet yang meraih prestasi, dan pensiun, masih banyak yang tidak memiliki masa depan yang cerah.
Terkait hal ini, dia memiliki harapan besar dapat menyosialisasikan secara masif Grand Design Keolahragaan Nasional ini. Dalam road map yang sudah direncanakan ini secara jelas terpampang desain talenta atlet menuju prestasi 2045 bisa menembus lima besar di Olimpiade.
“Siap kerja sama yang memungkinkan sesuai dengan aturan, saya titip Grand Design yang kita lahirkan setelah 76 tahun Indonesia dapat tersosialisasikan dengan baik,” ucap Zainudin.
Tapi sekarang apapun berbagai usaha yang telah dilakukan tanpa pemberitaan, menurutnya tidak akan menjadi apa-apa.
"Jadi saya sangat berterima kasih dengan Hary Tanoe yang sudah meluncurkan portal olahraga ini,” ujarnya.
Menpora juga menceritakan betapa sulitnya menggelar olahraga di tengah pandemi Covid-19. Sebab, semua kegiatan yang ingin dilakukan serba sulit, mulai dari perizinan, hingga masalah kesehatan. Hal ini menjadi tantangannya tidak adanya event olahraga selama hampir satu tahun lamanya.