Jerman Akui Lakukan Genosida di Namibia

Rahman Asmardika, Jurnalis
Jum'at 28 Mei 2021 18:20 WIB
Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas. (Foto: Reuters)
Share :

Pembunuhan dimulai pada 1904 setelah pemberontakan Herero dan Nama atas penyitaan tanah dan ternak oleh Jerman. Kepala administrasi militer di sana saat itu, Lothar von Trotha, mengeluarkan perintah pemusnahan dan memaksa Herero dan Nama ke gurun.

Siapapun yang ditemukan mencoba untuk kembali ke tanah mereka akan dibunuh atau dimasukkan ke dalam kamp konsentrasi. Meskipun tidak ada angka pasti, jumlah korban tewas diperkirakan mencapai puluhan ribu, yang menghancurkan populasi kelompok adat.

Kekejaman telah lama mengganggu hubungan antara Jerman dan Namibia, dengan negosiasi bertahun-tahun antara pemerintah tentang cara mendamaikan warisan genosida.

Pada 2018 Jerman menyerahkan kembali beberapa jenazah manusia yang telah digunakan sebagai bagian dari penelitian yang sekarang didiskreditkan untuk membuktikan superioritas ras orang kulit putih Eropa. Kesepakatan terbaru dilaporkan disetujui selama putaran negosiasi yang diadakan oleh utusan khusus pada pertengahan Mei.

Sebuah deklarasi diharapkan akan ditandatangani oleh menteri luar negeri Jerman di ibu kota Namibia, Windhoek, bulan depan sebelum diratifikasi oleh parlemen masing-masing negara, kata laporan media Jerman.

Presiden Frank-Walter Steinmeier kemudian diharapkan melakukan perjalanan ke negara itu untuk meminta maaf secara resmi.

"Kami sekarang secara resmi akan menyebut peristiwa-peristiwa ini sebagaimana adanya dari perspektif hari ini: genosida," kata Maas dalam pernyataan Jumat.

(Rahman Asmardika)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya