Untuk varian B1617, Tjandra mengatakan sejauh ini masih dalam penelitian (“under investigation”). “Penelitian di 7 negara Eropa menunjukkan peningkatan bermakna angka masuk rumah sakit dan masuk ICU pada mereka yang tertular oleh satu dari 3 VOC (B117, B1351 dan P.1),” paparnya.
Smeentara, Tjandra menjelaskan tentang dampak varian baru pada pemeriksaan diagnosis Covid-19, yang varian B117 dinyatakan WHO sebagai nampaknya ada sedikit dampak terbatas pada PCR, yaitu “S gene target failure (SGTF)” tapi tidak ada dampak pada keseluruhan pemeriksaan PCR yang menggunakan beberapa target sekaligus, seperti yang banyak dipakai di Indonesia.
“Jadi, secara umum PCR tetap bisa dapat digunakan. Varian B117 ini juga sejauh ini tidak berdampak pada kemampuan test dengan rapid antigen. Untuk yang varian B1351 maka WHO menyatakan sejauh ini tidak ada dampak pada efektifitas pemeriksaan PCR dan juga rapid antigen, sementara untuk B11281 atau P1 dan B1617 dinyatakan sejauh ini belum ada laporan ilmiah yang tersedia,” tegasnya.
(Khafid Mardiyansyah)