Biden Peringati 100 Tahun Pembantaian Ras Tulsa, Kekerasan Terburuk dalam Sejarah AS

Susi Susanti, Jurnalis
Rabu 02 Juni 2021 13:43 WIB
Presiden AS Joe Biden berpidato peringati 100 tahun pembantaian ras Tulsa (Foto: BBC)
Share :

WASHINGTONPresiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menjadi presiden pertama yang menjabat untuk memperingati Pembantaian Tulsa 1921 - salah satu insiden kekerasan rasial terburuk dalam sejarah AS.

Biden terbang ke Tulsa, Oklahoma, pada Selasa (1/6) untuk menandai peringatan 100 tahun serangan, yang merenggut sekitar 300 nyawa Afrika-Amerika.

Kekerasan selama dua hari yang dipicu oleh massa kulit putih ini sebagian besar terhapus dari sejarah selama beberapa dekade. Kekerasan ini kembali memasuki wacana nasional di tengah protes keadilan rasial tahun lalu.

"Sudah terlalu lama, sejarah apa yang terjadi di sini diceritakan dalam keheningan, diselimuti kegelapan,” terang Biden saat berbicara di Tulsa, Selasa (1/6).

"Rekan-rekan Amerika saya, ini bukan kerusuhan. Ini adalah pembantaian, dan salah satu yang terburuk dalam sejarah kita. Tapi bukan satu-satunya,” lanjutnya.

Pada 31 Mei lalu, Biden mengeluarkan proklamasi untuk hari peringatan.

"Kami menghormati warisan komunitas Greenwood dan Black Wall Street dengan menegaskan kembali komitmen kami untuk memajukan keadilan rasial melalui seluruh pemerintahan kami, dan bekerja untuk membasmi rasisme sistemik dari undang-undang kami, kebijakan kami, dan hati kami," terang pernyataan dari Gedung Putih.

(Baca juga: Vaksin Covid-19 Sinovac Akhirnya Disetujui WHO, Mengapa Lebih Cocok untuk Negara Berkembang?)

Presiden memulai kunjungannya pada Selasa (1/6) dengan tur ke Hall of Survivors, sebuah pameran tentang pembantaian di Greenwood Cultural Center.

Menurut rencana, Presiden juga akan tiga orang yang selamat dari pembantaian - saat ini berusia antara 101 tahun dan 107 tahun.

Sebagai bagian dari kunjungannya ke Tulsa, Biden diharapkan untuk mempromosikan beberapa program perumahan dan usaha kecil baru yang diharapkan dapat mempersempit kesenjangan kekayaan antara orang kulit hitam dan kulit putih AS.

Pada awal kepresidenannya, Biden mengatakan keadilan rasial akan menjadi salah satu penyebab utamanya di kantor.

Pada Senin (31/5), Walikota Tulsa GT Bynum memposting permintaan maaf atas nama pemerintah kota atas kegagalannya melindungi masyarakat dan "melakukan yang benar oleh para korban".

(Baca juga; Bank Dunia: Krisis Lebanon Adalah yang Terburuk di Dunia Sejak 1850-an)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya