"Namun, sekarang kita semua tahu bukan hanya di Indonesia bahkan di lebih dari 215 negara mengalami pandemi Global yaitu dengan mewabahnya virus covid 19," ungkapnya.
Kemudian, Helmy menegaskan atas dasar pertimbangan agama pula sebagaimana disampaikan oleh Gus Yaqut tadi bahwa salah satu tujuan dari beragama yaitu maqhasidussyariah. Jadi, menjaga keselamatan itu sesuatu yang tidak bisa ditunda bahwa mengerjakan ibadah haji itu bagian dari maqhasidussyariah.
"Dalam keadaan darurat bisa ditunda salat Jumat saja kalau hujan bisa ditunda Kalau hujannya deras sekali bisa kita tunda," terangnya.
Helmy mengatakan atas pertimbangan ini maka kepada seluruh jamaah haji Indonesia yang pasti merasakan betul kesedihan yang mendalam karena ini sebuah cita-cita yang luar biasa khususnya umat Islam. Sebab, begitu lahir selalu diberikan harapan oleh orangtuanya nak kamu kalau bisa satu dalam hidup ini yaitu berangkat haji puncaknya.
"Jadi ini suatu peribadatan sekaligus secara pribadi wasiat ada wasiat orang tua dan guru dan keluarga maka kita merasakan betul apalagi waiting list puluhan tahun di hampir seluruh negara merasakan hal yang sama." Tandasnya.
Sebelumnya, Menteri Agama (Menag), Yaqut Cholil Qoumas mengumumkan bahwa pelaksanaan haji 2021 batal. Kebijakan tersebut diambil setelah menerima informasi dari Kerajaan Arab Saudi.
"Pemerintah Arab Saudi belum membuka layanan haji," ujarnya dalam konferensi pers pada Kamis (3/6/2021).
Gus Yaqut mengaku menghormati keputusan atau kebijakan Arab Saudi. Pembatalan haji sendiri sudah ditetapkan lewat Surat Kemenag Nomor 660 l.
Sebagaimana diketahui Menag telah menghadap Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebelum mengambil keputusan ini. Karenanya, ia berharap kebijakan tersebut dapat diterima khalayak.
(Khafid Mardiyansyah)