“Tingkat akurasinya untuk gempa besar masih kurang baik, sedangkan untuk gempa dengan magnitudo sekitar 5 mulai ada peningkatan akurasi,” kata Rahmat.
Precursor gempa dengan metode magnet bumi ini masih terus dikembangkan, namun informasinya telah digunakan terbatas untuk internal BMKG sampai sekarang.
Karena sebagian besar gempa-gempa dengan magnitudo 5 ini tidak berdampak merusak atau bahkan tidak berdampak dirasakan, maka BMKG menggunakannya untuk terus dikembangkan.
“Agar precursor ini mampu untuk memperkirakan gempa-gempa dengan magnitude di atas 6,” kata Rahmat.
“Dan juga akan mengembangkan precursor gempabumi ini dengan menyatukan berbagai metode untuk mengkonfirmasi parameter prekursor gempa yang telah dikembangkan yaitu Seismic Vp/Vs, histori gempa, Radon, suhu tanah, dan TEC (Total Electron Content),” tukasnya.
(Sazili Mustofa)