Sutawijaya menyetujui syarat itu asalkan perkawinan antara dia sebagai Raja Mataram dan keturunannya dengan Ratu Kidul tidak membuahkan anak atau keturunan. Akhirnya keduanya sepakat.
"Pertemuan keduanya di pantai ini dilakukan di atas batu karang yang kemudian dikenal sebagai Sela Gilang Parangkusumo. Oleh karena itu, dua batu itulah ikatan cinta terjadi, maka batu tersebut juga sering dijuluki sebagai Batu Cinta," ujar juru kunci Cepuri, Indratno.
Cerita tersebut sampai sekarang masih dipercayai oleh masyarakat Yogyakarta. Masyarakat masih melakukan ritual di kawasan Cepuri sebagai tempat pertemuan antara Ratu Kidul dengan Panembahan Senopati, juga di Kawasan Pantai Parangkusumo yang dipercaya merupakan keratonnya Ratu Kidul.
Biasanya masyarakat melakukan tirakat di Pantai Parangkusomo, biasanya hari Selasa kliwon dan Jumat kliwon.
Kabarnya pelukis Basoeki Abdullah melukis Ratu Kidul setelah berkunjung di Cepuri Parangkusumo ini. Suatu hari, Ratu Pantai Selatan hadir, menjumpai Basoeki ketika bertapa di Cepuri yang mirip sepetak taman itu. Kisah ini ditulis Solichin Salam dalam buku berjudul" R.Basoeki Abdullah Sang Maestro."
Basoeki hanya mendengar suara Ratu Roro Kidul. Dari hasil bertapa di Cepuri ini Basoeki berimajinasi menciptakan lukisan tentang legenda Nusantara, Ratu Roro Kidul.
Lukisan berjudul Njai Loro Kidul (Nyai Roro Kidul) itu kini disimpan di Istana Kepresidenan Gedung Agung Yogyakarta. Lukisan itu dipindahkan dari Istana Negara Bogor ke Gedung Agung Yogyakarta pada tahun 2009.
Lukisan bertema Nyai Roro Kidul tanpa mahkota ini dibuat antara tahun 1954 atau 1955. Replika lukisan kini dipajang di Hotel Samudra Beach, Pelabuhan Ratu, Sukabumi, Jawa Barat.
Basoeki juga melukis Ratu Roro Kidul dilukis sedang naik kereta kencana. Pantai Parangkusumo terletak di Dusun Mancingan, Kelurahan Parangtritis, Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
(Sazili Mustofa)