“Kemudian ada semangat baru dari siswa untuk datang ke sekolah, kerinduannya setahun karena belajar dari rumah, kemudian terjadi koordinasi antara stakeholder. Kemudian semua guru juga dipastikan sudah vaksin dosis 1 dan 2, itu evaluasi kemarin,” papar Taga.
Taga menjelaskan 143 sekolah tambahan yang diizinkan mengikuti uji coba belajar tatap muka tahap dua terdiri dari 77 dari jenjang SD, 17 dari SMP, 12 dari SMA, 33 dari SMK, dan 4 dari lembaga kursus.
“Saya bacakan, untuk 143 itu rinciannya SD 76 sekolah, MI satu sekolah, SMP 14 sekolah, MTS 3 sekolah, SMA 11 sekolah, MA 1 sekolah, SMK 33 sekolah, LKP 4 sekolah. Totalnya 143. (Ditambah 83 sekolah) udah dirinci kemarin, saya enggak hafal,” jelasnya.
Selain itu, Taga mengatakan bahwa saat ini sesuai ketentuan bahwa PTM ini maksimal hanya 2 hari pertemuan dengan waktu 2 jam, dengan kapasitas maksimal 50%.
“Masih menggunakan piloting yang kemarin, jadi 50 persen belajar di sekolah, 50 persen belajar di rumah, harinya senin, rabu, jumat, hanya 3-4 jam, gitu. Pendekatannya blended learning separuh tatap muka, separuh di rumah,” papar Taga.
(Khafid Mardiyansyah)