JAKARTA - Kasus aktif Covid-19 di DKI Jakarta semakin melonjak. Untuk mengantisipasi, Rumah Susun (Rusun) Nagrak, Cilincing, Jakarta Utara menyiapkan 5 Tower untuk pasien orang tanpa gejala (OTG).
Komandan Lapangan sekaligus Humas Rumah Sakit Darurat Covid (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran, Letkol Laut M. Arifin menyebut Rusun Nagrak sebagai alternatif ketiga antisipasi lonjakan kasus positif di Jakarta dan sekitarnya.
"Alternatif cadangan yang digunakan adalah Rusun Nagrak di Cilincing ini. Sesuai arahan Kepala BNPB memang hari ini saya diperintahkan untuk mengecek langsung di lapangan sebelum ini benar benar siap beroperasi," ujar Arifin kepada wartawan saat meninjau Rusun Nagrak, Jumat (18/6/2021).
Baca Juga: Tingkat Kematian Anak Indonesia Akibat Covid-19 Tertinggi di Dunia
Arifin menyebut Rusun Nagrak disiapkan 5 tower. Namun, tower 1 dipergunakan untuk administrasi dan pengecekan awal.
"Rusun Nagrak terdiri dari 5 Tower. Tower 1 dipakai untuk administrasi dan menampung pasien OTG sedangkan tower 5 tempat istirahat nakes dan green zone. Namun alternatif terakhir apabila 4 tower penuh tower 5 diaktifkan sebagai tempat isolasi," terangnya.
Hal itu dipertegas oleh Kepala Unit Pengelolaan Rumah Susun III, Vita Nurviatin Rusun Nagrak memiliki 14 tower. Namun, masih dalam proses penghunian.
"Tower 1-5 ini masih kosong. Kemudian 6-10 masih kosong. Dan 11-14 sudah dihuni," jelas Vita.
Kemudian, Vita menyebut sesuai dengan Keputusan Gubernur Nomor 762 tahun 2021 tentang tempat isolasi terkendali. Oleh karena itu, tower 1-5 di pergunakan untuk lokasi isolasi.
"Jumlah lantai ada 16 masing-masing tower. Satu lantai ada 17 unit. Rusun ini tipe 36, jadi ada ruang tamu ada dua kamar, kamar mandi di dalam, ada wastafel ada balkon untuk cuci dan jemur," terangnya.