Mereka mengklaim dalam video lain bahwa mereka telah menguasai Humvee Tentara Nasional Afghanistan di provinsi Takhar, di timur laut.
Kelompok itu juga mengklaim dalam video propaganda lain bahwa puluhan pasukan Afghanistan menyerah kepada Taliban di provinsi Faryab di utara negara itu.
Pejabat keamanan Afghanistan tidak dapat mengkonfirmasi atau menyangkal klaim ini kepada CNN, dan CNN tidak dapat memverifikasi keaslian video atau tanggal pembuatannya.
Pada April lalu, Presiden AS Joe Biden secara resmi mengumumkan keputusannya untuk mengakhiri perang terpanjang AS, menganggap konflik berkepanjangan dan sulit diselesaikan di Afghanistan tidak lagi sejalan dengan prioritas AS.
Biden mengatakan dia akan menarik pasukan AS dari Afghanistan sebelum 11 September, peringatan 20 tahun serangan teroris yang mengkatalisasi perang melawan teror.
Biden berencana untuk bertemu dengan Presiden Afghanistan Ashraf Ghani dan Abdullah Abdullah, kepala Dewan Tinggi untuk Rekonsiliasi Nasional negara itu, yang mengawasi tim negosiasi pemerintah.
"Amerika Serikat akan tetap terlibat secara mendalam dengan Pemerintah Afghanistan untuk memastikan negara itu tidak pernah lagi menjadi tempat yang aman bagi kelompok teroris yang menjadi ancaman bagi tanah air AS," kata Sekretaris Pers Gedung Putih Jen Psaki, Senin (21/6).
(Susi Susanti)