JAKARTA – Uni Eropa (UE) dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Senin (20/4/2026) memperkirakan bahwa lebih dari USD71 miliar (sekitar Rp1,218 kuadriliun) akan dibutuhkan selama satu dekade mendatang untuk pemulihan dan rekonstruksi di Gaza yang dilanda perang.
Dalam Penilaian Kerusakan dan Kebutuhan Cepat Gaza (Gaza Interim Damage and Needs Assessment atau RDNA) terbaru mereka, PBB dan Uni Eropa menyatakan bahwa lebih dari dua tahun perang di wilayah Palestina "telah menyebabkan hilangnya nyawa yang belum pernah terjadi sebelumnya dan krisis kemanusiaan yang dahsyat".
"Kebutuhan pemulihan dan rekonstruksi diperkirakan mencapai sekitar USD71,4 miliar," kata penilaian tersebut, yang disusun melalui koordinasi dengan Bank Dunia, sebagaimana dilansir TRT.
Penilaian akhir tersebut menetapkan bahwa USD26,3 miliar (sekitar Rp450,782 triliun) akan dibutuhkan dalam 18 bulan pertama untuk memulihkan layanan dasar, membangun kembali infrastruktur penting, dan mendukung pemulihan ekonomi.
Menurut RDNA, sekitar 371.888 unit rumah telah hancur atau rusak, lebih dari 50 persen rumah sakit di wilayah tersebut tidak berfungsi, dan hampir semua sekolah telah hancur atau rusak berat.