Kisah Pangeran Diponegoro Terluka dan Kena Malaria Nyaris Tertangkap di Pegunungan Gowong

Doddy Handoko , Jurnalis
Kamis 24 Juni 2021 07:35 WIB
Pangeran Diponegoro.(Foto:Dok Okezone)
Share :

SEJARAWAN Peter Carey dalam bukunya berjudul Kuasa Ramalan menceritakan kisah Pangeran Diponegoro yang hampir tertangkap di pegununggan Gowong.

Pada 11 November 1829, Pangeran Diponegoro nyaris tertangkap di Pegunungan Gowong oleh Pasukan Gerak Cepat ke-11 yang dikomandani Major A.V. Michiels.

Diponegoro lalu memutuskan untuk masuk ke hutan-hutan di sebelah barat Bagelen dengan hanya ditemani dua punakawan (pengiring terdekat), yakni Bantengwareng dan Roto, yang melayani semua kebutuhan Pangeran dan bertindak sebagai penunjuk jalan dan penasihatnya (Louw dan De Klerck 1894-1909,V:423; Carey 1974a:25).

Pengembaraan ini, membawa Diponegoro sampai ke Sampang di daerah Remo di hulu Kali Cincingguling, kawasan yang jauh antara Bagelen dan Banyumas, tempat di mana ia terus menetap sampai 9 Februari 1830, ketika negosiasi-negosiasi awal dengan Kolonel Jan Baptist Cleerens (1785-1850) mulai (lihat sisipan Peta Perang Jawa).

Baca Juga: Kisah Ratusan Prajurit Pangeran Diponegoro Gugur Dibantai Pasukan Belanda di Benteng Plered

Berikut ini adalah petikan tulisan George Nypels, sejarawan militer Belanda dan instruktur di Akademi Militer Kerajaan Belanda di Breda, dalam diktat kuliah yang diberikannya tentang Perang Jawa (Nypels 1895:153):

“Terus bergerak karena dikejar-kejar, Diponegoro mampu meluputkan diri dari kejaran empat pasukan gerak cepat Belanda […] dan juga barisan tentara lokal sejak Oktober 1829 hingga Februari 1830.

Berkelana di pegunungan dan menembus hutan lebat yang masih perawan, bersembunyi di gua-gua, mencari bantuan di mana itu dimungkinkan di tengah hujan lebat dan angin kencang.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya