Habib dan sukarelawan lainnya tidak pernah mengenal waktu dalam tugas kemanusiaan memakamkan jenazah pasien Covid-19. Tengah malam atau bahkan dini hari mereka dengan sigap melakukannya.
“Dalam memakamkan jenazah, kami tidak pernah melihat keyakinan yang dimiliki jenazah. Intinya, teman-teman sukarelawan itu selalu membantu semampunya saat ada permintaan pemakaman jenazah Covid-19 tanpa memandang apa, siapa, dari golongan mana. Bahkan upah pun tak pernah terpikir. Kami ikhlas,” ujarnya.
Sukarelawan asal Gemolong, Sukino, menyatakan hal yang sama. “Kami los mengabdi di masyarakat dan tidak kenal waktu dan tempat. Kami melayani pemakaman jenazah dengan layak dan sebaik mungkin agar keluarga yang ditinggal legawa,” katanya.
(Qur'anul Hidayat)