Lukisan Laksamana Malahayati di Museum Bahari Bisa Melirik?

Doddy Handoko , Jurnalis
Minggu 27 Juni 2021 07:12 WIB
Lukisan Malahayai (Foto: Singalodaya.worldpress.com)
Share :

Pasukan itu mempunyai benteng pertahahanan. Sisa-sisa pangkalan Bale Inong masih ada di Teluk Kreung Raya.

John Davis, seorang berkebangsaan Inggris, nahkoda di sebuah kapal Belanda yang mengunjungi Kerajaan Aceh pada masa Malahayati menjadi laksamana, menuliskan bahwa kerajaan Aceh pada masa itu mempunyai perlengkapan armada laut terdiri dari 100 buah kapal perang, di antaranya ada yang berkapasitas 400-500 penumpang.

Baca juga: Bikin Merinding, Ini 5 Tempat Wisata Urban Legend di Jakarta

Selain memiliki armada laut, di darat ada pasukan gajah. Kapal-kapal tersebut bahkan juga ditempatkan di daerah-daerah kekuasaan Aceh .

Kekuatan Keumalahayati mendapat ujian pertama kalinya ketika terjadi kontak senjata antara Aceh dengan pihak Belanda.

Pada 21 Juni 1599, dua kapal Belanda yang dipimpin dua bersaudara Coernelis de Houtman dan Federick de Houtman berlabuh dengan tenang di Aceh.

Laksamana Malahayati menyerang kedua kapal tersebut. Dalam penyerangan itu, Cornelis de Houtman dan beberapa anak buahnya terbunuh. Sedangkan Federick de Houtman ditawan dan dijebloskan ketahanan Kerajaan Aceh.

Baca juga: Pernah Eksis di Jakarta, 5 Transportasi Umum Ini Sekarang Tinggal Kenangan

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya