Pemerintah pun, sambung Budi, akan memastikan kelancaran logistik dari truk-truk pengangkut oksigen. Sehingga tidak terkena hambatan penyekatan atau kelebihan muatan.
"Kami berdiskusi dengan produsen oksigen ini, kami bisa mengisi dengan truk-truk yang berasal dari Jabar dan Jatim. Kami sudah berkoordinasi dengan Polri agar logistik truk besar ini aman. Jadi tidak ada gangguan ataupun ODOL jadi logistik bisa lancar," tuturnya.
Sebagaimana diketahui, kapasitas produksi gas oksigen di Indonesia 650 juta ton per tahun, sebanyak 300 juta ton per tahun terintegrasi dengan pengguna. Saat ini utilisasi rata-rata industri gas oksigen sekitar 80 persen karena sangat tergantung lokasi.
Untuk tahun ini, tercatat sampai dengan Juni 2021 tercatat sudah ada tujuh juta liter oksigen yang dipesan.
(Awaludin)