Humor bagi Gus Dur, lanjut Zastrouw, sama sekali sekali tidak mengurangi bobot ilmiah, kadar intelektualitas, dan derajat akademik sebuah gagasan lantaran disampaikan dengan humor atau jenaka.
Zastrouw menjelaskan bahwa terdapat lima fungsi humor bagi Gus Dur. Pertama, humor menjadi instrumen dalam menggali, mengonstruksi, dan menyampaikan gagasan.
Di berbagai forum, Gus Dur kerap menyampaikan pesan dengan gaya humor.
“Baik itu di forum akademik, forum ilmiah, atau di forum pengajian umum Gus Dur selalu memasukkan unsur-unsur humor dalam menyampaikan gagasan,” ungkap Ketua Lembaga Seni dan Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) NU pada 2004-2009 ini.
Bahkan, imbuh Zastrouw, dalam membangun hubungan diplomatik kenegaraan, Gus Dur juga sering melontarkan humor.
Pernah suatu ketika, Gus Dur membuat Presiden Amerika Serikat Bill Clinton pernah dibuat tertawa terbahak-bahak. Begitu pun Raja Arab yang pernah dibikin tertawa ngakak oleh Gus Dur.
“Itu (humor yang dilakukan Gus Dur) sama sekali tidak mengurangi derajat intelektualitasnya,” tegas Zastrouw.