Pas Haji Era Hindia Belanda, Ditulis Bentuk Hidung, Mulut, Dagu, Kumis dan Jenggot

Doddy Handoko , Jurnalis
Senin 19 Juli 2021 07:10 WIB
Ibadah haji (Foto: Reuters)
Share :

Kartu pas perjalanan model tahun 1884 ini, tak hanya memuat keterangan tentang jenis kelamin, umur, dan tinggi badan, tetapi juga keterangan mengenai bentuk hidung, mulut, dan dagu, serta tentang apakah si pemilik pas berkumis, jenggot, atau lainnya.

Pemerintah Belanda juga berusaha memonopoli angkutaan haji. Sebelumnya, hak untuk mengangkut jamaah haji Indonesia (saat itu disebut Hindia Belanda) dipegang oleh pemilik-pemilik kapal Arab dan Inggris.

Inggris ikut dalam bisnis pengangkutan haji Nusantara karena melihat potensinya yang besar. Pada masa ini, pengangkutan jamaah haji tak lagi menggunakan kapal layar namun kapal api yang lebih canggih.

Pemerintah Belanda juga menyediakan angkutan haji, memberikan izin monopoli pengangkutan kepada kongsi tiga, yaitu Rotterdamsche Llyod, Stoomvaartmatschappij Nederland, dan Stoomvaartmatschappi Oceaan pada 1873.

Awal kebijakan itu, ketika tahun 1803, tiga jamaah haji asal Minangkabau mengembangkan gerakan Paderi sekembali dari Tanah Suci.

Tujuan utama gerakan ini adalah mengembangkan ajaran Islam yang lebih modern untuk melawan praktik-praktik tradisional setempat.

Pemerintah kolonial Belanda tak senang terhadap gerakan ini dan menilainya sebagai cikal bakal pemberontakan.

Sejak saat itu, Belanda mulai mengawasi kegiatan haji secara ketat. Belanda takut kalau masyarakat pribumi yang menunaikan haji akan membawa pemikiran baru lalu mengembangkan gerakan untuk menentang kolonialisme.

(Susi Susanti)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya