Melihat penurunan drastis di RSDC, Satgas penanganan Covid-19 meminta Mayjen TNI Tugas Ratmono untuk melakukan relaksasi tenaga kesehatan dengan memulangkan ke berbagai daerah.
Permintaan tersebut lagi-lagi tidak bisa dipenuhi oleh RSDC karena Tugas Ratmono melihat adanya potensi kenaikan kasus COVID-19 akibat libur panjang 28 Oktober hingga 2 November 2020.
Baca juga: Sri Mulyani Tambah Insentif Nakes Rp1,08 Triliun, Jumlah Dokter dan Perawat Diperbanyak
Seperti pada Oktober 2020, keputusan Mayjen Tugas Ratmono selaku Koordinator RSDC Wisma Atlet yang menolak mengurangi jumlah tenaga kesehatan pada Mei 2021 adalah keputusan tepat.
Hal itu terbukti pada Juni hingga Juli 2021 kasus Covid-19 di Indonesia melesat tajam. "Bahkan, Indonesia sempat menjadi episentrum Covid-19 di dunia," ujarnya.
Baca juga: Berkurang 156 Orang, 4.780 Pasien Covid-19 Dirawat di Wisma Atlet
(Fakhrizal Fakhri )