"Itu untuk empat subsektor tanaman pangan, hortikultura, perkebunan dan peternakan hewan. Untuk hari ini di Provinsi Banten, Pak Menteri turun dalam rangka memastikan percepatan realisasi KUR ini," kata Ali.
Ia menambahkan, di Provinsi Banten target serapan KUR Pertanian adalah Rp1,73 triliun. Diakui Ali, serapan KUR Pertanian di Banten agak lambat dan termasuk enam besar terbawah.
"Mungkin artinya dalam situasi pandemi seperti ini petani kita enggan ke bank. Tapi dengan kita tadi turun dengan Pak Menteri, harapan kita itu bisa kita lakukan percepatan pascapandemi ini. Harapan kita tentu akan terus menggenjot realisasi KUR di Banten ini dan di beberapa provinsi lain yang relatif serapannya masih di bawah 20 persen," ujar Ali.
Menurut Ali, jika petani bisa terkoneksi dengan KUR Pertanian, maka akan memiliki modal untuk mengembangkan budidaya pertanian mereka.
"Kalau semua petani bisa mengambil kredit atau KUR ini katakanlah rata-rata Rp5 juta untuk modalnya per hektar sawah itu kan sudah cukup besar. Jadi, harapan kita tentunya termasuk juga teman-teman saya dari Himbara Grup, supaya mereka aktif bersama kita. Ayo sama-sama turun ke sawah, terutama para kadis tolong dibantu sosialisasi KUR pertanian ini," ucapnya.