Sejumlah Rumah Dilaporkan Rusak Akibat Gempa Paluta

Tim Okezone, Jurnalis
Rabu 11 Agustus 2021 16:34 WIB
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Share :

JAKARTA - Sejumlah rumah di Padang Lawas Utara (Paluta) dilaporkan alami kerusakan akibat gempa berkekuatan Magnitudo (M) 5,2 mengguncang Paluta.

Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono mengatakan bahwa pihaknya mendapatkan laporan bahwa gempa ini menimbulkan keruskan ringan seperti dinding rumah warga alami keretakan.

"Seperti yang terjadi di Komplek Perumahan Bandara Aek Godang dan bangunan Pondok Pesantren Nurul Falah, Panompuan," kata Daryono dalam keterangannya, Rabu (11/8/2021).

Baca juga: Gempa M 5,3 Padang Lawas Utara, Masyarakat Sempat Ketakutan

Ia menerangkan, berdasarkan hasil monitoring BMKG sejumlah gempa susulan juga terjadi usai gempa M5,2 mengguncang Paluta.

"Sebanyak 2 kali pada pukul 12.31 WIB dengan magnitudo 3,1 dan pada pukul 13.47 WIB dengan magnitudo 2,2," imbuhnya.

Baca juga: BMKG: Gempa Paluta Dipicu Aktivitas Sesar Besar Sumatera

Menurut dia, gempa Paluta diawali dengan gempa pembuka. Sebelum terjadi gempa dengan magnitudo 5,2 sebelumnya BMKG mencatat adanya aktivitas gempa pendahuluan (foreshock) pada pukul 12.16 WIB dengan magnitudo 3,4.

Sebelumnya, Daryono mengatakan bahwa gempa yang mengguncang Paluta dipicu adanya aktivitas sesar aktif Sesar Besar Sumatera.

Adapun pusat gempa berlangsung di darat. Episenter terletak pada koordinat 1,41° Lintang Utara dan 99,41° Bujur Timur, tepatnya di darat pada jarak 16 km arah timur Padangsidempuan dengan kedalaman 15 km.

"Gempa ini merupakan jenis gempa kerak dangkal. Gempa ini dikenal sebagai shallow crustal earthquake akibat dipicu aktivitas sesar aktif yaitu Sesar Besar Sumatera (The Great Sumatra Fault Zone) tepatnya pada Segmen Toru," ujarnya.

Baca juga: Rentetan Gempa Guncang Busur Jawa Dalam Sepekan, Berikut Fakta-faktanya

(Fakhrizal Fakhri )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya