Deretan Filosofi Barang yang Dikenakan Soekarno

Tim Litbang MPI, Jurnalis
Selasa 17 Agustus 2021 07:00 WIB
Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno identik dengan peci hitam. (Foto/Wikimedia Commons)
Share :

PRESIDEN pertama Republik Indonesia, Soekarno memiliki beberapa barang yang identik dengan dirinya. Bahkan, beberapa di antaranya, seperti tongkat komando yang seakan tak pernah lepas dari bung Karno. Berikut adalah makna atau filosofi dibalik barang-barang tersebut. 

1. Tongkat Komando

Soekarno pertama kali membawa tongkat komandonya itu pada 17 Oktober 1952. Menurut sebuah artikel yang diproduksi oleh YAI Jakarta dengan judul ‘Komunikasi Visual Personal Branding Soekarno’, disebutkan bahwa bung Karno memiliki 3 tongkat komando dengan bentuk yang sama. Satu tongkan digunakan untuk kunjungan dan acara kenegaraan ke luar negeri, satu tongkat lagi dibawah ketika berhadapan dengan jenderal, dan sebuah tongkat lainnya dibawa bung Karno ketika memberi pidato. Tongkat komando itu terbuat dari kayu wunglen, perak dan lima ring emas.

 

Penulis Amerika Serikat, Cindy Adams, dalam bukunya ‘Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia’ menceritakan pengalamannya saat menanyakan tentang arti tongkat komando yang selalu dibawa bung Karno itu. Namun, bung Karno mengaku bahwa itu hanyalah tongkat biasa dan sudah menjadi bagian dari penampilannya, serta tidak memiliki arti apa-apa. Tongkat itu ia bawa karena mencerminkan pemimpin dari sebuah negara yang besar. Akan tetapi, banyak masyarakat Indonesia beranggapan bahwa tongkat komado itu memiliki kekuatan sakti. 

Baca juga: Ketika Prabowo Cerita Keluarganya Pernah Berseberangan dengan Bung Karno

2. Peci

Satu barang yang tidak pernah lepas dari sosok bung Karno adalah peci yang ia sematkan di kepalanya. Melansir informasi yang ada dalam Jurnal Komunikasi Profetik terbitan UI, Soekarno menggunakan peci sebagai simbiol nasionalisme dan agama. Apalagi, Soekarno mencetuskan lahirnya Pancasila dan mempopulerkan peci sebagai simbol nasionalisme.

Baca juga: Peristiwa 16 Agustus: Soekarno-Hatta Diculik ke Rengasdengklok

 

Mengenakan peci dalam kehidupan bermasyarakat di tanah air adalah sebuah tanda pergaulan yang sederhana dan setara. Bentuk dan warna peci yang sama, yakni hitam, membuat siapapun yang menggunakannya akan terlihat sama tanpa adanya perbedaan sedikitpun. Peci lantas menjadi simbol nasionalisme yang sedikit banyak mempengaruhi cara berpakaian kaum intelektual dan masyarakat lintas agama.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya