JAKARTA – Gubernur Lemhannas RI, Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo mengatakan bahwa ketika Presiden di sebuah negara berasal dari sipil, maka jangan mudah memberikan kesempatan TNI masuk ke urusan domestik.
Misalnya, kata dia, walaupun ada bencana besar, pemerintah dari kalangan sipil tersebut jangan langsung meminta tolong kepada TNI.
“Coba pakai sistem administrasi sipil dulu,” kata Agus Widjojo seperti dikutip dari buku Tentara Kok Mikir: Inspirasi Out Of The Box Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo.
Buku tersebut telah diluncurkan Kantor di Lemhannas RI, Jakarta, pada Rabu (25/8/2021).
Pemikiran soal profesionalisme TNI dari mantan Kepala Staf Teritorial ini muncul saat adanya kegiatan United Nations Support Facility for Indonesian Recovery (UNSFIR) yang mempertemukan Satish Chandra Mishra dan Agus Widjojo.
Baca juga: Gubernur Lemhanas Agus Widjojo Luncurkan Buku Tentara Kok Mikir
Proyek ini dibentuk oleh pemerintah Indonesia dan United Nations Development Programme (UNDP) untuk menstimulus kajian terhadap pilihan-pilihan kebijakan bagi Indonesia sesuai dengan tahapan pembangunannya yang terkini.
Sepanjang pertemanannya dengan Agus, Satish merangkum ada tiga hal pemikiran Agus Widjojo terkait reformasi militer yang sangat brilian. Pertama, agar jangan melihat sistem politik dari peraturan atau anggaran atau ekonomi. Akan tetapi, harus dilihat dari budaya.
Baca juga: Gebyar Wawasan Kebangsaan, Ini Pesan Gubernur Lemhannas untuk Generasi Milenial
“Ada banyak negara yang demokrasinya tidak kuat bukan hanya gara-gara sistem ekonomi, tapi karena budayanya,” ujar Agus.