Akan tetapi, dengan tegas Agus menyampaikan, menjadi independen bukan berarti menjadi golongan putih (golput). Independen itu bebas berpikir, tetapi tetap melaksanakan hak dan kewajiban politik sebagai warga negara, termasuk hak memilih dalam pemilihan umum.
Pemikiran-pemikiran Agus Widjojo dituangkan dalam buku Tentara Kok Mikir karya Bernarda Rurit yang disunting oleh Nugroho Dewanto. Buku setebal 440 halaman dengan ukuran 15 x 23 cm tersebut terdiri dari sebelas bab dan memakan proses penulisan selama satu tahun. Buku ini lebih memberi ruang pada sisi humanis, keluarga, kemiliteran, dunia LSM, dan aktivitas organisasi Pak Agus Widjojo yang menjadi bagian dari sejarah bangsa.
(Angkasa Yudhistira)