Setelah itu, anak penerima bantuan akan dibukakan rekening Atensi dalam bentuk rekening Gabungan (joint account) atau rekening Qualitate Qua (QQ) dengan mencantumkan nama anak beserta walinya.
Mensos Risma mengatakan skema bantuan anak yatim akan berbeda namun mengikuti standar PKH dimana anak belum sekolah diusulkan Rp300 ribu dan yang bersekolah Rp.200 ribu. Bantuan tersebut akan disalurkan melalui rekening Atensi.
Namun bagi anak penyandang disabilitas pengiriman bantuan melalui PT. Pos Indonesia. Pengambilan bantuan melalui bank akan menggunakan kartu debet ATM sedangkan jika melalui PT. Pos Indonesia digunakan pengenalan wajah/sidik jari penerima bantuan.
Usai menerima bantuan mereka akan diberikan pendamping pemanfaatan bantuan dan pengasuhan alternatif serta dilakukan supervisi, monitoring, evaluasi dan pelaporan.
"Anak-anak yatim piatu tidak bisa ditunda lagi karena orang tuanya kena covid 19 meninggal kemudian kita tidak mungkin diam nah sekarang kita tangani dengan dana operasional dari balai-balai kami. Total anggaran Rp.3,2 Triliun itu usulan buat 2022 untuk anak yatim seluruhnya," jelas Mensos.
(Sazili Mustofa)