SEBELUM abad ke-XVI, berita-berita tentang Banten tidak banyak tercatat dalam sejarah. Konon pada mulanya Banten masih merupakan bagian dari kekuasaan Kerajaan Sunda. Penguasa Banten pada saat itu adalah Prabu Pucuk Umum, Putera dari Prabu Sidaraja Pajajaran.
Adapun pusat Pemerintahannya bertempat di Banten Girang, sekitar 3 km di selatan Kota Serang. Pada abad ke-VI, Islam mulai masuk ke Banten di bawa oleh Sunan Gunung Jati atau Syech Syarif Hidayatullah yang secara berangsur-angsur mengembangkan Agama Islam di Banten dan sekitarnya serta dapat menaklukan pemerintahan Prabu Pucuk Umum (Tahun 1524-1525 M).
BACA JUGA: Ketika Kompeni Belanda Minta 500 Ekor Kerbau dan 1.500 Sapi kepada Sultan Banten
Selanjutnya Beliau mendirikan Kerajaan atau Kesultanan Islam di Banten dengan mengangkat puteranya bernama Maulana Hasanuddin menjadi raja atau sultan Banten yang pertama yang berkuasa sekitar 18 tahun, yakni tahun 1552-1570 M.
Atas prakarsa Sunan Gunung Jati, pusat pemerintahan yang semula bertempat di Banten Girang dipindahkan ke Surosowan Banten lama (Banten lor) yang terletak sekira 10 km di sebelah utara Kota Serang. Demikian dilansir dari serangkab.go.id.