Soal Dugaan Kasus Pelecehan Seksual dan Perundungan, KPI Pusat Angkat Bicara

Tim Okezone, Jurnalis
Rabu 01 September 2021 20:06 WIB
Ilustrasi (Foto : Reuters)
Share :

Pelecehan seksual dan perundungan tersebut, kata MS, juga mengubah pola mental, menjadikan saya stres dan merasa hina, saya trauma berat, tapi mau tak mau harus bertahan demi mencari nafkah. "Harus begini bangetkah dunia kerja di KPI? Di Jakarta?" keluhnya.

"Saya bertahan di KPI demi gaji untuk istri, ibu, dan anak saya tercinta," imbuhnya.

Pada 2016, karena stres berkepanjangan, ia jadi sering jatuh sakit. MS pun sering tiba-tiba gebrak meja tanpa alasan dan berteriak tanpa sebab. "8 Juli 2017, saya ke Rumah Sakit PELNI untuk Endoskopi. Hasilnya: saya mengalami Hipersekresi Cairan Lambung akibat trauma dan stres," ujarnya.

Ia mengaku sudah melaporkan apa yang dialami pada Komnas HAM melalui email. Jawabannya, kata MS, ia diminta untukk melapor ke polisi karena apa yang dialaminya merupakan tindak pidana.

"Karena tak betah dan sering sakit pada 2019 saya akhirnya pergi ke Polsek Gambir untuk membuat laporan polisi. Tapi petugas malah bilang: Lebih baik adukan dulu saja ke atasan. Biarkan internal kantor yang menyelesaikan," kata MS menirukan pernyataan petugas.

"Pak Kapolri, bukankah korban tindak pidana berhak lapor dan Kepolisian wajib memprosesnya?"

Dalam suratnya, MS menyertakan nama lengkap pelaku dan dari divisi mereka bekerja di KPI Ousatm hingga apa saja yang telah para rekan kerjanya itu perbuat kepadanya.

"Bantu saya mempublikasi ini, barangkali dengan meluasnya cerita saya ini, Komisioner KPI Pusat jadi tergerak hatinya untuk menjatuhkan sanksi pada pelaku dan Polri mau memproses laporan saya," tulisnya.

(Angkasa Yudhistira)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya