Uni Eropa Tak Akan Terburu-buru Akui Taliban

Antara, Jurnalis
Kamis 02 September 2021 10:54 WIB
Foto: Reuters.
Share :

BRUSSELS - Uni Eropa (EU) perlu berhubungan dengan Taliban namun tidak akan terburu-buru untuk secara resmi mengakui kelompok militan itu sebagai penguasa baru Afghanistan, kata seorang pejabat senior EU, Rabu (1/9/2021).

Direktur pelaksana Komisi Eropa untuk Asia dan Pasifik, Gunnar Wiegand, mengatakan hubungan resmi hanya akan terjadi jika Taliban memenuhi sejumlah persyaratan, termasuk menghormati hak asasi manusia dan memberi akses tak terbatas bagi para pekerja kemanusiaan.

BACA JUGA: Kemlu: Indonesia Tak akan Tergesa-gesa Akui Pemerintahan Taliban 

"Tidak ada keraguan di antara negara-negara anggota (EU) dan dalam konteks G7: kita perlu terlibat dengan Taliban, kita perlu berkomunikasi dengan Taliban, kita perlu mempengaruhi Taliban, kita perlu memanfaatkan pengaruh yang kita miliki," ujarnya.

"Tapi kami tidak akan tergesa-gesa mengakui formasi baru ini, atau menjalin hubungan resmi (dengan Taliban)," kata Wiegand kepada anggota Parlemen Eropa di Brussels.

BACA JUGA: Qatar: Mengisolasi Taliban Bisa Memperparah Keadaan di Afghanistan

Wiegand mengatakan tidak jelas apakah Taliban akan dapat memerintah secara efektif, tetapi bagi EU syarat utama untuk menjalin hubungan resmi adalah pembentukan pemerintahan transisi yang inklusif dan representatif.

Taliban belum menunjuk pemerintahan baru atau mengungkapkan cara dan niat mereka dalam memerintah setelah dua minggu menguasai ibu kota Afghanistan, Kabul.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya