“Infrastruktur jadi langkah utama dalam meningkatkan internet link ratio baik antar wilayah provinsi dan kabupaten kota bahkan keseluruhan desa, 83 ribu lebih desa harus mampu menghubungkan yang belum terhubung secara digital,” tuturnya.
Pemerataan pembangunan infrastruktur digital atau TiK harus juga diimbangi tersedianya pembangunan masyarakat dalam mengembangkan potensi internet, harus secara merata dan di saat yang bersamaan menyiapkan SDM yang memadai.
Pembangunan SDM yg memadai ditujuan agar masyarakat siap dalam memanfaatkan hadirnya internet sekaligus menangkis dampak negatif dengan hadirnya internet.
“Sebanyak 85 juta pekerjaan akan hilang, namun muncul 97 juta jenis pekerjaan baru sebagai akibat pembagian kerja dari manusia, mesin dan algoritma,” ucapnya.
Perlu diketahui, saat ini 10 jenis pekerjaan dengan semakin tinggi di Indonesia adalah ilmuwan dan analis data, ahli kecerdasan buatan, mesin learning, specialis transformasi digital, dan masih banyak lainnya. Digital skills diharapkan bisa mendorong pertumbuhan ekonomi digital.
Sementara itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno mengungkapkan apresiasinya di tengah kondisi pandemi Covid-19 yang telah membawa dampak sangat besar, di mana masyarakat juga sekaligus mengalami tantangan ekonomi.