LONDON – Dunia dihebohkan dengan seorang wanita yang melahirkan ‘bayi online’. Dinamakan begitu karena dia membeli sperma secara daring serta mempelajari proses pembuahan dari YouTube.
Ada beberapa fakta dari kejadian ini, sebagai berikut:
1. Aplikasi Penjualan Sperma
Stephanie Taylor (33), menemukan aplikasi yang digunakan untuk memesan sperma secara daring. Aplikasi tersebut bisa menghubungkannya dengan pria yang ingin menjual sperma mereka.
Mengutip dari The Mirror UK, Taylor menginginkan sperma dari pria yang berorientasi keluarga tanpa riwayat penyakit serius, idealnya dengan fitur wajah yang mirip dengannya agar anak mereka akan terlihat seperti Frankie, anak pertamanya. Dia menemukannya melalui aplikasi tersebut.
2. Sudah Punya Anak Pertama
Taylor sudah memipunyai anak pertama bernama Frankie, yang akan berusia lima tahun. Frankie adalah anak yang dia lahirkan dari mantan pasangannya.
Baca juga: Renovasi Rumah, Pria Ini Temukan Boneka Aneh dengan Pesan Menyeramkan di Dalam Dinding
Taylor mengaku, dirinya tidak ingin Frankie menjadi anak tunggal. Karena itu, dirinya mencari cara bagaimana melengkapi keluarganya, salah satunya dengan pergi ke klinik kesuburan.
3. Akibat Mahalnya Klinik Kesuburan
Taylor memutuskan beralih menggunakan bantuan internet untuk membeli sperma dan alat inseminasi karena biaya di klinik kesuburan swasta terlalu mahal.
Dia juga menjelaskan, bahwa dirinya sempat berpikir untuk mengurungkan niatnya memiliki anak kedua setelah mengetahui mahalnya biaya klinik kesuburan swasta, sebelum menemukan aplikasi penjual sperma tersebut.
4. Belajar Inseminasi Lewat YouTube
Setelah sperma tersebut sampai pada Januari 2020, Taylor mencari alat inseminasi melalui eBay dan belajar menggunakannya dengan tutorial YouTube. Dia menggunakan sperma itu untuk membuahi dirinya sendiri.
2 minggu berselang, Taylor menemukan bahwa dirinya hamil karena sperma tersebut.
5. Diberi Nama Eden
Sekarang, Taylor sudah melahirkan anak keduanya, dan memberikan nama Eden kepada sang buah hati. Dia bangga melahirkan Eden yang dia sebut sebagai ‘bayi online nyata’.
"Jika saya tidak memiliki akses ke semua itu secara elektronik maka dia tidak akan berada di sini. Tapi saya senang menjadi seorang ibu lagi dan saya bangga dengan cara dia datang ke dunia," tutur Taylor.
(Qur'anul Hidayat)