Supriadi, petugas penyuluh dari desa Crewek Kecamatan Keradenan Grobogan mengatakan di wilayahnya jagung kurang lebih 130 hektare saat ini kondisi tanaman siap panen. “Alhamdulilah harga jagung kami dibeli dengan harga yang bagus. kami mohon keberpihakan Pemerintah kepada kami untuk menolong menjaga kestabilan karena wilayah kami saat ini petani sedang bahagia dengan panen yang bagus dan harga tinggi. Selama ini baru kali ini kami merasakan keuntungan tanam jagung,” tuturnya.
Senada Kepala BPP Brebes melaporkan dari lokasi panen. Total luas panen 25 hektare bulan ini, bulan depan di Kecamatan Songgong ini 250 ha. Puncaknya Oktober 400 hektare. Bahkan pada Oktober sampai November ada 500 hektare lagi di lahan tegal bawah hutan.
Sementara itu, Ismail Wahab Direktur Serealia, Ditjen Tanalan Pangan menegaskan, September hingga Oktober adalah masa panen jagung yang ditanam di lahan sawah. “Banyak laporan yang masuk ke kami masih ada panen jagung yang tentunya sangat mampu cukupi kebutuhan peternak,” ujarnya.
Ismail menyebut timnya akan segera turun ke lapangan untuk memastikan stok jagung di petani maupun di Gudang pakan tersalurkan. “Kita pastikan kebutuhan peternak tercukupi untuk 3 bulan mendatang,” ucapnya.
CM
(Yaomi Suhayatmi)