JAKARTA - Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri mengungkapkan bahwa awal mula penyergapan terhadap terduga teroris Ali Kalora. Hal itu terjadi ketika pimpinan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) itu hendak mengambil logistik untuk kebutuhan pelariannya.
Kabag Banops Densus 88 Kombes Aswin Siregar menjelaskan bahwa, Ali Kalora dan kelompoknya memiliki kebiasaan untuk turun dari lokasi persembunyiannya, guna meminta logistik kepada masyarakat.
Baca Juga: Berikut 10 Aksi Teror Ali Kalora Sebelum Tewas Ditembak
"Dari hasil pendalaman ditemukan bahwa Ali Kalora seringkali turun dan meminta untuk disediakan kebutuhan logistik kepada warga," kata Aswin kepada wartawan, Jakarta, Sabtu (25/9/2021).
Menurut Aswin, Densus 88 telah melakukan pemetaan terhadap pergerakan Ali Kalora. Pasalnya, detasemen berlambang burung hantu itu memantau di sepanjang wilayah Poso Pesisir Selatan, Poso Pesisir Utara, sampai wilayah Parigi.