Gempa M4,2 di Yogya dan Pacitan Akibat Aktivitas Subduksi Lempeng Indo-Australia

Binti Mufarida, Jurnalis
Rabu 29 September 2021 15:19 WIB
Gempa Pacitan dan Yogyakarta (Foto: BMKG)
Share :

JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa dengan magnitudo (M)4,2 di wilayah D.I Yogyakarta dan Pacitan, Jawa Timur hari ini pukul 12.58 WIB terjadi akibat adanya aktivitas subduksi lempeng Indo Australia.

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi lempeng Indo Australia,” ungkap Kepala Stageof Sleman, Ikhsan dalam keterangan resminya, Rabu (29/9/2021).

Baca Juga:  Gempa M 4,2 Guncang Yogya dan Pacitan, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

BMKG mencatat episenter gempa bumi terletak pada koordinat 8.573 LS dan 110.15539 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 77 km BaratDaya Bantul-D.I Yogyakarta pada kedalaman 40 km.

Sementara itu, guncangan gempa bumi ini dirasakan di Bantul dan Pantai Baron Yogyakarta II MMI, Pacitan Jawa Timur II MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang).

Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami. Dari monitoring BMKG, belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).

Baca Juga:  Kota Manokwari Diguncang Gempa M3,2

Selain itu, masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Selain itu, agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

“Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal Anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum Anda kembali kedalam rumah,” tegas Ikhsan.

(Arief Setyadi )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya