JAKARTA — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan peringatan kepada para pelaku pelayaran terkait kondisi cuaca dan gelombang tinggi yang terjadi di Indonesia saat ini. Peringatan ini disampaikan menyusul terjadinya musibah kapal tenggelam yang terjadi secara beruntun dalam beberapa pekan terakhir.
Direktur Meteorologi Maritim BMKG, Dr. Agie Wandala Putra M.sc., mengatakan Indonesia saat ini berada dalam fase Monsun Australia atau yang dikenal sebagai angin timuran. Kondisi tersebut membuat dinamika laut Indonesia meningkat, mulai dari perubahan angin, tekanan udara, perawanan, hingga tinggi gelombang.
"Saat ini Monsun Australia itu sedang kuat dan bahkan lebih kuat daripada normalnya," ujar Andri dalam program Morning Zone, Selasa (15/9/2026).
Menurut Agie, hal ini membuat kondisi Laut Jawa dinamis dengan tinggi gelombang di sejumlah wilayah bahkan dapat mencapai 2,5 meter. Peningkatan gelombang juga dipengaruhi kombinasi arus yang dalam beberapa waktu terakhir turut menguat.
Berdasarkan catatan BMKG, tinggi gelombang di Laut Jawa dalam beberapa waktu terakhir berada di kisaran 1,5–2,5 meter, yang disertai kecepatan angin sekitar 10–25 knot.
Agie juga menegaskan bahwa setiap wilayah perairan Indonesia memiliki karakteristik yang berbeda.
Kawasan perairan selatan Indonesia yang berhadapan langsung dengan Samudra Hindia memiliki tinggi gelombang relatif lebih besar sehingga pelayaran kapal-kapal kecil cenderung lebih terbatas. Sejumlah wilayah di Laut Banda dan Papua Barat juga memiliki karakteristik arus yang kuat, sementara di kawasan Labuan Bajo terdapat beberapa titik dengan karakter arus lokal yang perlu diperhatikan oleh pelaku pelayaran.