Taliban Bantah 'Tweet' Larangan Wanita Masuk Universitas

Vanessa Nathania, Jurnalis
Sabtu 02 Oktober 2021 12:49 WIB
Perempuan Afghanistan sekolah (Foto: UNAMA)
Share :

Mahmoud mengatakan kepada CNN pada Kamis (30/9), pembatasan ketat Taliban pada pendidikan perempuan berdampak pada laki-laki juga.

"Sejak Taliban mengambil alih Afghanistan, saya belum pernah ke universitas. Bukan hanya saya, tetapi semua mahasiswa universitas negeri terjebak di rumah," terangnya. Dia menambahkan bahwa dia sedang belajar hukum dan ilmu politik, tetapi tidak percaya akan dapat mengejar gelarnya di bawah kelompok militan.

"Alasan saya melakukan ini adalah untuk menarik perhatian dunia, dan juga orang-orang Afghanistan, untuk menekan Taliban agar tidak berperilaku seolah-olah itu adalah zaman batu. Tidak berperilaku seperti abad pertengahan. Ini tahun 2021, sekarang abad ke-21, dan rakyat Afghanistan telah mengalami 20 tahun demokrasi. Mereka seharusnya tidak merampas hak kami atas pendidikan,” ungkapnya.

Tapi akun itu akhirnya menarik perhatian Taliban.

Pada Selasa (28/09), Universitas Kabul dan Kementerian Pendidikan Tinggi Taliban merilis pernyataan di Facebook, menyangkal bahwa Mohammad Ashraf Ghairat memiliki akun media sosial dan menyatakan bahwa halaman apa pun dengan namanya, dimaksudkan untuk menyebarkan berita palsu.

Juru bicara Taliban Bilal Karimi mengatakan kepada CNN pada Kamis (30/9) bahwa akun itu palsu dan dia menolak isi dari akun itu.

Namun Mahmoud, dan mahasiswa lain yang diwawancarai CNN, mengatakan bahwa klaimnya atas akun tersebut tidak jauh dari kenyataan.

Taliban, yang memerintah Afghanistan dari tahun 1996 hingga 2001 ketika invasi pimpinan AS memaksa kelompok itu dari kekuasaan, secara historis memperlakukan perempuan sebagai warga negara kelas dua, menjadikan mereka sasaran kekerasan, pernikahan paksa dan ‘kehadiran yang nyaris tak terlihat’ di negara itu.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya