Stunting Jadi Tantangan untuk Pengembangan SDM Indonesia

Tim Okezone, Jurnalis
Kamis 07 Oktober 2021 13:22 WIB
Menko PMK Muhadjir Effendy. (Ist)
Share :

JAKARTA - Indonesia digadang menjadi negara maju pada 2045. Akan tetapi, berkaca pada pembangunan yang dibangun pada era pemerintahan Presiden Soeharto, Indonesia perlu memperhatikan pembangunan manusia sejak 1.000 hari pertama kehidupan.

“Jokowi saat ini berada pada on the right track, jalur yang benar,” kata Menko PMK, Muhadjir Effendy, saat peluncuran buku Menuju Indonesia 2045 di Lemhannas RI, Rabu (6/10/2021). 

Angka stunting Indonesia mencapai 27,6 persen. Kondisi stunting ini sangat berpengaruh terhadap kehidupan produktivitas SDM Indonesia.

Tiap 10 kelahiran terdapat 3 anak tumbuh stunting. Bahkan 50 persen usia produktif yang ada saat ini adalah akibat stunting di masa lampau. “Akibat stunting saat ini tidak bisa diintervensi apapun,” tegas Muhadjir.

Negara maju memiliki SDM berkualitas karena adanya perbaikan bidang kesehatan dan pendidikan. Fondasi kemajuan negara-negara Eropa Barat, Jepang, Korea, dan sekarang Cina adalah pembenahan besar-besaran di bidang kesehatan dan pendidikan.

“Negara-negara tersebut memastikan generasi muda mendapat asupan gizi yang baik sejak berbentuk janin, mendapat perawatan kesehatan yang bagus dan memperoleh pendidikan yang bermutu, termasuk di masa pandemi Covid seperti sekarang,” kata Gubernur Lemhannas RI, Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo.

Secara paralel dilakukan pula pembangunan infrastruktur fisik secara besar-besaran, termasuk infrastruktur teknologi. Berikutnya memperkuat penelitian dan pengembangan untuk inovasi teknologi.

Melalui metode serupa, Agus melanjutkan mestinya juga bisa melahirkan sumber daya manusia Indonesia yang unggul dan berbudaya.

Baca Juga : 18 Target Pemerintah Turunkan Kasus Stunting

“Dalam konteks itu barulah kita bisa menikmati apa yang disebut sebagai bonus demografi,” kata Agus.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya